Knowledge Management dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

UMKM merupakan tumpuan bagi perekonomian Indonesia. Berdasarkan data pada tahun 2004 diperoleh bahwa sumbangan UKM dalam Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 1.135,8 triliun. Secara total sumbangan UKM terhadap PDB adalah sekitar 2,85%. Dari penjelasan singkat tersebut diketahui bahwa UMKM memegang peranan yang sangat vital dalam perekonomian Indonesia karena sumbangannya yang sangat besar baik dari sisi sumber daya maupun daya tahan terhadap letupan-letupan moneter.

Namun banyak sekali kendala yang menghadang usaha kecil mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti kekurangan modal, terbatasnya akses terhadap teknologi, sempitnya akses pasar, terbatasnya akses pasar, kualitas sumber daya manusia yang terbatas, dan pengelolaan manajemen yang masih tradisional.

Identifikasi permasalah UMKM sampai sekarang hanya menyentuh pada hal yang tampak secara mata dan dapat diukur secara kuantitas. Seringkali identifikasi masalah sangat jarang menyentuh UMKM sebagai suatu learning organization (organisasi pembelajar) yang merupakan suatu entitas hidup. Seringkali pihak-pihak yang berkepentingan dalam pemberdayaan UMKM menempatkannya hanya sebagai objek yang harus dibantu. Penempatan seperti inilah yang membuat entitas sebagai suatu organisasi hidup ( living organization) dan organisasi pembelajar (learning organization) menjadi tidak terberdayakan secara optimal.

Penggunaan teknologi informasi yang akhir-akhir ini berkembang dan didengung-dengungkan oleh berbagai pihak bisa membantu perekonomian bangsa. Hal tersebut tidak akan membantu jika tidak diikuti dengan kemampuan dalam mengelola pengetahuan (knowledge management) yang didalamnya mencakup knowledge sharing.

Pengertian knowledge management dapat dirangkum sebagai suatu strategi yang diarahkan kepada pengidentifikasian, pemilihan, pengorganisasian, serta pengemasan pengetahuan organisasi sebagai suatu cara meningkatkan kinerja dan daya saing organisasi. Tujuan dari pengelolaan pengetahuan ini adala menumbuhkan daya saing yang berkelanjutan sehingga mampu memanajemen perubahan. Peranan dari pengelolaan pengetahuan adalah memungkinkannya organisasi membangun pengetahuan, pengalaman, dan kreatifitas dari staf/karyawannya untuk meningkatkan kinerja organisasi (davidson & Voss, 2002).

Pengelolaan pengetahuan sendiri mencakup beberapa aktifitas diantaranya
1. Knowledge acquisition
Knowledge acquisition merupakan aktifitas untuk memperoleh pengetahuan baik dari luar misalnya melalui internet, televisi, koran, dan sebagainya maupun dari internal organisasi misalnya belajar lewat pengalaman dan merekam pengetahuan dari karyawan.
2. Knowledge creation
Knowledge creation merupakan aktifitas untuk menciptakan pengetahuan. Proses ini terjadi setelah terjadi akuisisi pengetahuan. Proses pembentukan pengetahuan dapat dilihat pada gambar yang memperlihatkan SECI Process.
Secara umum pengetahuan terdiri atas dua macam yaitu tacit knowledge yang sulit untuk dirumuskan dan dikomunikasikan dan bersifat pribadi, dan explicit knowledge yang bersifat sistematik dan telah tersusun sehingga mudah ditransfer kebahas formal.
Dari proses pada gambar di bawah ini, penciptaan pengetahuan terjadi pada proses tacit knowledge yang meliputi internalisasi dan kombinasi, Tacit knowledge ditransformasi ke dalam expilcit knowledge melalui eksternalisasi, Explicit knowledge disempurnakan dengan melakukan kombinasi. Proses yang terus menerus akan menghasilkan spiralisasi pengetahuan sehingga disebut sebagai organisasi pembelajaran.

Sumber : Nonakan dan Tekeuchi
Gambar 1. Proses pembentukan Pengetahuan

3. Knowledge storage and retrieval
Knowledge storage and retrieval berkaitan dengan penyimpanan pengetahuan dan pengambilan pengetahuan tersebut secara mudah. Proses ini dapat berupa penyimpanan melalui hard storage berupa data dalam komputer atau proses manusia (ingatan individu dan memori kelompok)
4. Knowledge transfer
Knowledge transfer merupakan proses pengalihan pengetahuan melalui pembimbingan, ucapan lisan, maupun publikasi.
Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Menjadi Organisasi Pembelajar

Kemampuan untuk menjadi organisasi pembelajar (Learning Organization) merupakan tuntutan terhadap banyak perusahaan di era globalisasi dimana laju informasi bergerak dengan cepat dan bisa menghempas siapa saja yang tidak mempunyai persiapan yang memadai. Organisasi pembelajar mensyaratkan untuk menggunakan segala sumber daya manusia untuk bergerak dan belajar bersama-sama. Pengelolaan yang tepat dalam knowledge management sangat berpengaruh terhadap kemampuan UMKM untuk menjadi sebuah organisasi pembelajar. Karakteristik pengelolaan pengetahuan dalam UMKM adalah sebagai berikut

  • Tingkat manajemen yang sedikit sehingga tingkat pengambilan keputusan akan semakin pendek juga. Hal ini memudahkan penerapan pengelolaan pengetahuan (knowledge management).
  • Struktur perusahaan yang lebih sederhana dengan tingkat persaingan antar karyawan yang rendah.
  • Sedikitnya sumber daya manusia untuk menggerakan organisasi membuat UMKM dapat bergerak dalam satu keyakinan dan misi yang sama sehingga lebih mudah untuk mengubah UMKM menjadi organasisi yang mampu untuk melakukan pengelolaan pengetahuan (Knowledge management).
  • Rendahnya gaji dan tingkat manajemen membuat karyawan mempunyai kemungkinan untuk berpindah ke perusahaan yang lebih besar yang menawarkan gaji yang tinggi dan jenjang karir yang baik sehingga perlu adanya pengelolaan pengetahuan yang terpadu sehingga aset pengetahuan karyawan tetap bisa diselamatkan.
  • Kemampuan sumber daya manusia dalam bidang teknologi informasi dan pendidikan yang rendah. Hal ini berimplikasi pada terkendalanya proses penerapan pengelolaan pengetahuan dalam sebuah UMKM.

Ilustrasi Karaktersiknya adalah sebagai berikut :

Sumber : Penulis
Gambar 2. Ilustrasi transformasi UMKM : pendorong dan tantangannya

Karakteristik UMKM tersebut sangat berpengaruh terhadap proses pemebantukan organisasi pembelajar. Pengelolaan pengetahuan untuk menjadi organisasi pembelajar berbeda dengan perusahaan besar. Pengelolaan pengetahuan yang tepat dan konsisten akan manghasilkan UMKM sebagai organisasi yang mampu belajar(organisasi pembelajar).

~ by Fikri Mohammad on May 31, 2010.

One Response to “Knowledge Management dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)”

  1. thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: